Notification

×

Iklan

Iklan

PT Vale Cetak Laba Tiga Kali Lipat, Proyek HPAL Pomalaa Capai Tonggak Sejarah

Rabu, 04 November 2026 | November 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-04T14:32:50Z

 



Aktivitas Mining PT. Vale Indonesia


www.detakpublik.com.JAKARTA - Di tengah harga nikel global yang masih tertekan, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) justru tampil perkasa. Emiten nikel raksasa itu membukukan kinerja keuangan dan operasional yang tangguh sepanjang triwulan III tahun 2026.


Perseroan mencatat produksi nikel dalam matte tertinggi tahun ini, yakni 18.341 metrik ton pada Q3 2026. Angka ini melesat dari kuartal sebelumnya yang hanya 16.153 ton. Lonjakan ini terjadi setelah Vale merampungkan pemeliharaan besar di awal tahun.


Tak hanya dari matte, Vale juga panen dari penjualan bijih nikel. Selama Juli-September 2026 saja, penjualan bijih dari Blok Pomalaa dan Bahodopi tembus 1,73 juta wet metric ton.


Blok Pomalaa menjadi bintang dengan penjualan 1,31 juta wmt, naik hampir tiga kali lipat dari kuartal II. Sementara Blok Bahodopi menyumbang 415 ribu wmt.


Pendapatan dan Laba Meroket



Pendapatan Vale di Q3 2026 mencapai AS$353 juta atau sekitar Rp5,8 triliun, naik dari AS$290 juta di kuartal sebelumnya. Secara year-to-date hingga September, pendapatan sudah mencapai AS$896 juta, naik 27% dibanding tahun lalu.


Laba bersihnya lebih mencolok. Di Q3 2026, Vale mengantongi laba bersih AS$43 juta. Akumulasi 9 bulan pertama 2026, laba bersih tembus AS$147 juta, hampir 3 kali lipat dari periode yang sama tahun 2025 yang hanya AS$52 juta.


EBITDA pun terjaga di level AS$101 juta meski harga nikel matte turun ke AS$14.053 per ton.


"Kemampuan menjaga ketahanan kinerja dan menjalankan operasional secara disiplin menjadi kunci, meskipun volatilitas pasar masih berlangsung," tulis manajemen Vale dalam laporannya, Rabu (29/10/2026).


Kas perusahaan juga tebal. Per 30 September 2026, kas dan setara kas tercatat AS$247 juta, naik lebih dari dua kali lipat dari posisi Juni 2026 yang hanya AS$111 juta.


Tonggak Sejarah Hilirisasi: HPAL Pomalaa


Bukan cuma soal uang, Vale juga mencetak sejarah dalam strategi hilirisasi. Proyek HPAL (High Pressure Acid Leach) di Pomalaa, yang akan mengolah nikel menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik, telah mencapai mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2.


Ini menjadi milestone penting yang menandai Vale tidak lagi hanya menjual nikel matte, tapi naik kelas ke bisnis hilir bernilai tambah tinggi.


Sepanjang Q3, Vale merealisasikan belanja modal sekitar AS$95 juta untuk menjaga keberlangsungan operasi dan mengebut proyek strategis ini. Untuk menjaga fleksibilitas, Vale juga menarik pinjaman AS$175 juta dari fasilitas yang tersedia.


Menatap 2027 Lebih Kokoh


Dengan platform produksi yang makin terdiversifikasi dari matte dan bijih, Vale optimistis menatap 2027.


Fokus perseroan ke depan adalah mengoptimalkan produksi matte, meningkatkan penjualan bijih dari area pertumbuhan, dan mendorong proyek hilirisasi hingga produksi komersial.


"Perseroan tetap berkomitmen menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang secara disiplin, dengan tetap menjaga neraca keuangan yang kuat serta menciptakan nilai yang berkelanjutan," pungkas manajemen Vale. (*)

×
Berita Terbaru Update