![]() |
| Ketua DPD PSI Kolaka, Sumardin, SE.SH |
www.detakpublik.com. Kolaka - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Solidaritas
Indonesia (PSI) yang diwacanakan digelar akhir tahun 2026 bakal menjadi
momentum strategis untuk menyusun dan menyempurnakan agenda politik jelang Pemilu.
Salah satu isu yang mencuat jelang Rapimnas, yaitu posisi
Joko Widodo. Sejumlah kader di tingkat daerah maupun wilayah mulai menyuarakan
aspirasi agar Jokowi bersedia menduduki posisi strategis di jajaran Dewan
Pengurus Pusat (DPP) PSI.
Meski status Jokowi telah mengantongi Kartu Tanda Angota (KTA) PSI, tapi posisi jabatannya di DPP PSI hingga kini bagai misteri dan selalu menarik diperbincangkan dipanggung politik nasional.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kolaka, Sumardin
menyampaikan aspirasi jelang Rapimnas agar presiden ke 7 RI itu bersedia didaulat
menjadi Ketua Dewan Pembina atau bahkan nahkoda Ketua Umum menggantikan Kaesang Pangarep.
“Ketum Kaesang sudah baik dalam mengelola partai. Enegjik dan
punya semangat kuat untuk membesarkan PSI. Tapi demi kepentingan strategis partai juga harus realistis
melihat dinamika politik nasional. PSI butuh sosok yang lebih diterima lebih luas lagi. Sosok Jokowi paling tepat,”
terang Sumardin, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Sumardin, eskalasi pertarungan politik jelang Pemilu 2029
sangat berat dan butuh dukungan publik yang lebih luas untuk bisa lolos masuk peringkat 5
besar nasional.
“Patut diperhitungkan oleh jajaran DPP PSI. Sebagai
kader di daerah merasakan betul efek elektoral Jokowi sejak mendeklarasikan
diri bergabung di PSI saat Rakernas di Makassar,” tutur Sumardin.
Sumardin mencermati magnet elektoral PSI secara politik
terasosoali pada gerakan politik Jokowi selama berkunjung di beberapa provinsi. Itu realitas politik yang sulit dibantah sehingga popularitas
dan elektabiltas PSI naik signifikan.
"Apalagi kalau benar – benar Jokowi bersedia jadi Ketua Umum,
dipastikan bukan hal sulit PSI melenggang masuk lima besar dalam Pemilu 2029,”
ujar Sumardin yang pernah menjabat Sekertaris nasdem Kolaka. (smr)
