Notification

×

Iklan

Iklan

Lestarikan Sastra Tolaki, Karang Taruna Kolaka Gelar Lomba Pidato dan Puisi

Minggu, 04 Oktober 2026 | Oktober 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-04T16:53:06Z

Peserta lomba dari SDN 1 Lamokato didapingi Kepala Sekolah, Juharia Ukkas

 

www.detakpublik.Kolaka – Pengurus Karang Taruna Kabupaten Kolaka sukses menyelenggarakan kegiatan lomba pidato dan puisi Bahasa Tolaki dialek Mekongga. Sebanyak 68 pelajar tampil memukau di atas panggung taman kota Kolaka, Sabtu (03/10/2026).


Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Setda Pemda Kolaka, Mirdan Athar didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud), Muhammad Jusrin Djafar serta Ketua Karang Taruna Kabupaten, Indirwan menyedot antusias masyarakat untuk hadir menyaksikan kepiawaian peserta mengolah karya satra lisan yang syarat makna dan pesan moral.


Mirdan Athar dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya telah digelarnya kegiatan lomba pidato dan puisi bahasa Tolaki sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur yang saat ini penuturnya seiring waktu mulai tergerus zaman yang semakin modern.


“Pemerintah Daerah Kolaka sangat mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi upaya pelestarian budaya lokal sejalan dengan visi misi bupati Kolaka yang menempatkan bidang kebudayaan sebagai program prioritas,” tutur Mirdan.


Mirdan berharap kegiatan ini dapat berjalan sebagai ivent tahunan dikalangan pelajar, bahkan pemda Kolaka akan kembali memasukan program bahasa Tolaki dialek Mekongga  dalam kurikulum muatan lokal di sekolah SD dan SMP.


Ketua Karang Taruna Kolaka, Indirwan dalam sambutannya mengatakan kegiatan lomba pidato dan puisi merupakan komitmen Karang Taruna untuk melestarikan kelangsungan kebudayaan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Mekongga di Kabupaten Kolaka.


“Leluhur kita mewariskan negeri Kolaka ini bukan saja tanah dan batas – batas wilayah, tetapi juga adat dan  budaya yang ada didalamnya. Salahsatunya adalah bahasa,” terang Indirwan.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan lomba, Sumardin menjelaskan kegiatan ini melombakan 6 kategori yang diikuti 68 peserta dari pelajar SD, SMP dan SMA.


Menurutnya, kegiatan ini penuh tantangan hingga terlaksana. Kendala terberat karena disekolah belum ada muatan lokal bahasa daerah, kendati sudah diterbitkan Perda nomor 18 tahun 2022 tentang penggunaan bahasa Tolaki Mekongga pada sekolah formal.


Tim juri Lomba, Altin Eliyeser Timbu, Moh. Tasilman, Sartian


“Harapannya tahun 2027 program mulok bisa kembali dimasukan dalam kurikulum sekolah. Ini sebagai upaya konkrit untuk merevitalisasi bahasa Tolaki dialek Mekongga agar tidak punah,” harapnya.


Ajang lomba kali ini, panitia penyelenggara menyediakan hadiah berupa uang pembinaan belasan juta rupiah, tropy bagi 18 pemenang dari 6 kategori dan setiap peserta diberikan sertifikat lomba.


Para peserta lomba termasuk guru pendamping menaruh harapan besar agar lomba serupa kembali digelar dan dapat dilaksanakan berbagai organisasi, badan usaha maupun pemerintah.


“Ini kegiatan sangat positif dan konktit untuk pelestarian sastra lokal. Kita lihat tadi setiap peserta tampil penuh semangat walaupun pelafalan kata belum sempurna tapi peserta sudah berani tampil dipanggung tentu ini yang lebih penting guna membanguan mental dan rasa percaya diri setiap peserta,” tutur Juharia Ukkas salah satu guru pendamping.


Ajang lomba ini menghadirkan tim juri ternama, Altin Eliyeser Timbu pakar Sastra Tolaki, Moh. Tasilman pemerhati kebudayaan Tolaki sekaligus Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Diknasbud Kolaka, Sartian sebagai pegiat teater. (smr)

×
Berita Terbaru Update