![]() |
| Peserta lomba dari SDN 1 Lamokato didapingi Kepala Sekolah, Juharia Ukkas |
www.detakpublik.Kolaka – Pengurus
Karang Taruna Kabupaten Kolaka sukses menyelenggarakan kegiatan lomba pidato
dan puisi Bahasa Tolaki dialek Mekongga. Sebanyak 68 pelajar tampil memukau di
atas panggung taman kota Kolaka, Sabtu (03/10/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Setda Pemda Kolaka, Mirdan
Athar didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud), Muhammad
Jusrin Djafar serta Ketua Karang Taruna Kabupaten, Indirwan menyedot antusias
masyarakat untuk hadir menyaksikan kepiawaian peserta mengolah karya satra
lisan yang syarat makna dan pesan moral.
Mirdan Athar dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya
telah digelarnya kegiatan lomba pidato dan puisi bahasa Tolaki sebagai upaya
untuk melestarikan warisan budaya leluhur yang saat ini penuturnya seiring
waktu mulai tergerus zaman yang semakin modern.
“Pemerintah Daerah Kolaka sangat mengapresiasi kegiatan ini.
Apalagi upaya pelestarian budaya lokal sejalan dengan visi misi bupati Kolaka yang
menempatkan bidang kebudayaan sebagai program prioritas,” tutur Mirdan.
Mirdan berharap kegiatan ini dapat berjalan sebagai ivent
tahunan dikalangan pelajar, bahkan pemda Kolaka akan kembali memasukan program bahasa Tolaki dialek Mekongga dalam
kurikulum muatan lokal di sekolah SD dan SMP.
Ketua Karang Taruna Kolaka, Indirwan dalam sambutannya
mengatakan kegiatan lomba pidato dan puisi merupakan komitmen Karang Taruna
untuk melestarikan kelangsungan kebudayaan lokal yang menjadi bagian penting
dari identitas masyarakat Mekongga di Kabupaten Kolaka.
“Leluhur kita mewariskan negeri Kolaka ini bukan saja tanah dan
batas – batas wilayah, tetapi juga adat dan budaya yang ada didalamnya. Salahsatunya
adalah bahasa,” terang Indirwan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan lomba,
Sumardin menjelaskan kegiatan ini melombakan 6 kategori yang
diikuti 68 peserta dari pelajar SD, SMP dan SMA.
Menurutnya, kegiatan ini penuh tantangan hingga terlaksana. Kendala
terberat karena disekolah belum ada muatan lokal bahasa daerah, kendati sudah diterbitkan
Perda nomor 18 tahun 2022 tentang penggunaan bahasa Tolaki Mekongga pada
sekolah formal.
![]() |
| Tim juri Lomba, Altin Eliyeser Timbu, Moh. Tasilman, Sartian |
“Harapannya tahun 2027 program mulok bisa kembali dimasukan
dalam kurikulum sekolah. Ini sebagai upaya konkrit untuk merevitalisasi bahasa Tolaki
dialek Mekongga agar tidak punah,” harapnya.
Ajang lomba kali ini, panitia penyelenggara menyediakan
hadiah berupa uang pembinaan belasan juta rupiah, tropy bagi 18 pemenang dari 6
kategori dan setiap peserta diberikan sertifikat lomba.
Para peserta lomba termasuk guru pendamping menaruh harapan
besar agar lomba serupa kembali digelar dan dapat dilaksanakan berbagai organisasi, badan usaha maupun pemerintah.
“Ini kegiatan sangat positif dan konktit untuk pelestarian
sastra lokal. Kita lihat tadi setiap peserta tampil penuh semangat walaupun pelafalan
kata belum sempurna tapi peserta sudah berani tampil dipanggung tentu ini yang
lebih penting guna membanguan mental dan rasa percaya diri setiap peserta,”
tutur Juharia Ukkas salah satu guru pendamping.
Ajang lomba ini menghadirkan tim juri ternama, Altin Eliyeser Timbu pakar Sastra Tolaki, Moh. Tasilman pemerhati kebudayaan Tolaki sekaligus Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Diknasbud Kolaka, Sartian sebagai pegiat teater. (smr)

